Selasa, 09 Desember 2014

Buletin Kredasi (Kreatif dan Berprestasi) SMP N 01 SUMBERJAYA , Lampung Barat

Susunan Redaksi
1.   Penanggung Jawab:
Dra. Enok Hartini
2.   Pembina:
Drs. Hasril
3.   Pimpinan redaksi:
Era Dwijayanti
4.   Sekretaris:
Ery Trijayanti
5.   Editing:
·       Drefinia Nova Lestarie·       Muhyddin Aprizandy

6.   Dewan Redaksi:
·       Amanda Putri Zahra
·       Dian Anjar Wati
·       Drefinia Nova Lestarie
·       Muhyddin Aprizandy


DAFTAR ISI

1                       .     redaksi. . . . . . . . . . . . . . . . . .  .  .. .  . . . i
2                       .     Calon Grand Master Wanita
                   (GMW) dari bumi Saibetik. . . . . . . . . . . 1
3                       .     Mengapa selalu mengeluh?. . . . . .  .. . .  3
4                       .     Tips mencapai keberhasilan
                    dalam belajar. . . . . . . . . . . . . . .  . . . . . 4
5                       .     Asal-usul siger Lampung. . . . . .  . . .. . . 6
6                       .     Pengertian hijab. . . . . . . . . . . .  .. . . . . 12
7                       .     Tutorial hijab. . . . . . . . . . .  . . .  . . . . . 14

8                       .     Kata-kata mutiara. . . . . . . . . . .  . . . . . 16



Salam Redaksi
Assalamualaikum wr.wb.
       Hai, pembaca. . .!! Kami membuat edisi buletin ini yang pertama kalinya bagi kami, tujuannya sebagai media informasi untuk memberikan pengetahuan-pengetahuan yang dapat bermanfaat ya? dan semoga buletin yang kami buat dapat dijadikan motivasi untuk berkreativitas , serta aktif dalam belajar.
       Buletin ini menggambarkan karakteristik sekolah kami yaitu SMP N 1 Sumberjaya yang juga ikut aktif dalam pengelolaan media informasi sebagai pengetahuan dan pembelajaran siswa SMP N 1 Sumberjaya. Kami mengharapkan bulletin yang telah kami buat ini dapat dimengerti dan juga dapat bermanfaat untuk masyarakat luas.

                                             
                                                   Ery Tj,



                                                           
  
   




Calon Grand Master Wanita (GMW) dari Bumi Saibetik

— Derasnya air hujan tak menghentikan langkah seorang Cici untuk berani maju. Ia bertekad tuk memenangkan berbagai pertandingan catur yang ada diwilayah Indonesia. Satu minggu sampai sehari sekali gadis cantik ini selalu meluangkan waktunya untuk memainkan si bidak-bidak catur.
Gadis penyuka mie ayam ini, tak pernah menganggap semua hal itu gampang dan sepele. Dia selalu ingin berusaha untuk maju lebih baik lagi. Si gadis beralamat di Jln. Kebun Tebu ini,selalu berusaha keras untuk menggapai impiannya dan pantang putus asa. Cintanya pada nilai sportivitas sangatlah tinggi, jadi pantaslah
saja dia sudah meraih berbagai penghargaan yang tidak sedikit (diantaranya juara 1 catur se- Kecamatan

Sumberjaya, juara 2 catur se-Kabupaten Lampung Barat , dan juara 3 catur se- Provinsi Lampung).

 “catur adalah permainan yang dimainkan oleh dua orang pada papan catur dengan 32  bidak, 16 buah catur untuk tiap pemain. Terdiri dari 6 buah jenis catur yg bergerak dengan cara yang berbeda”. Jelas Cici.

          Sekitar pukul 14.00 WIB s.d jam 17.30 dan malam hari, habis isya sekitar 19.30 s.d 20.30 WIB (Setengah sampai 1 jam) gadis kelahiran Margawangi 1, 12 maret 1998 ini selalu berlatih. Ya.. saat ini gadis lulusan dari SD 01 Tugusari dan sekarang menduduki kelas IX A SMP N 01 Sumberjaya sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti POPROV yang akan diadakan pada bulan desember 2013 di Lampung Selatan. Dan ia bertekad untuk memenangkannya. Semoga sukses, Bro!! (Era Dj)





Mengapa Selalu Mengeluh?


Begitu banyak yang kita keluhkan setiap harinya tanpa kita sadari seolah tak sedikit pun nikmat Allah yang patut di syukuri. Anggap sesuatu yang menyedihkan dan melelahkan itu sebagai ujian kita untuk selalu meningkatkan taqwa kita kepadanya. ”Apakah manusia itu mengira bahwa bahwa mereka dibiarkan mengatakan,” kami telah beriman” sedangkan mereka tidak di uji lagi? Sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang benar dan sungguh mengetahui orang-orang yang dusta”. (QS. Al Ankabut: 2-3)





Tips Mencapai Keberhasilan dalam Belajar:
1.Ada Kemauan
       Hal yang pertama yang paling pokok dalam mencapai keberhasilan ialah kemauan, dengan adanya kemauan kita bisa mengawali langkah keberhasilan dengan berprinsip.

2.Bekerja keras & Bersungguh-sungguh
       Dua sikap ini merupakan hal yang sangat penting, tanpa bekerja keras dan bersungguh-sungguh kita tak akan mungkin mencapai keberhasilan.

3.Menanamkan sikap disiplin

       Disiplin dalam belajar yaitu menentukan waktu belajar dengan tepat waktu.

4. Jujur dan bertanggung jawab   
      Jujur dan bertanggung jawab dalam belajar, salah satunya mengerjakan tugas yang diberikan guru dengan jujur serta bertanggung jawab.

5. Berdoa dan bertawakal
      Setelah melakukan usaha sebaiknya kita berdoa dan berserah diri kepada Allah atas usaha yang telah kita lakukan. ( Drefinia N.L)



Pengertian Hijab
Hijab (bahasa Arab: حجاب ħijāb) adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti penghalang. Pada beberapa negara berbahasa Arab serta negara-negara Barat, kata "hijab" lebih sering merujuk kepada kerudung yang digunakan oleh wanita muslim (lihat jilbab). Namun dalam keilmuan Islam, hijab lebih tepat merujuk kepada tatacara berpakaian yang pantas sesuai dengan tuntunan agama.

Al-Qur'an

Dalam Al Qur'an pada dua surat Al-Ahzab :59 dan An-Nur :31 disebutkan kewajiban wanita muslim menggunakan hijab:
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-Ahzab :59)

Kemudian dalam surat An-Nur ayat 31:
...dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya... (An Nuur :31)

Kriteria hijab yang benar

Menurut Muhammad Nashiruddin Al Albany kriteria jilbab yang benar hendaklah menutup seluruh badan, kecuali wajah dan dua telapak, jilbab bukan merupakan perhiasan, tidak tipis, bahan tidak tembus pandang, tidak ketat sehingga menampakkan bentuk tubuh, tidak disemprot parfum, tidak menyerupai pakaian kaum pria atau pakaian wanita-wanita kafir dan bukan merupakan pakaian untuk mencari popularitas diri.
sumber: (http://id.wikipedia.org/wiki/Hijab



Cara Memakai Hijab


Hal-hal yang harus dilakukan, adalah:
·         Persiapkan dalaman jilbab / ciput ninja
·         Persiapkan kerudung pashmina
·         Persiapkan jarum pentul, peniti / bros
·         Aksesoris untuk menambah kecantikan anda berkerudung
Cara memakai jilbab:
1.    Gunakan dalaman kerudung / ciput ninja. Letakkan kerudung pashmina dengan kedua sisi yang berbeda (seperti pada gambar).
  1. Rekatkan ujung kanan dengan kerudung bagian kiri dengan peniti.
  2. Ambil bagian belakang kerudung dan tarik ke arah depan, lalu rekatkan dengan jarum pentul/peniti pada bagian sisi kepala.
  3. Pakai aksesoris ataupun tidak.
  4. Ambil bagian sisi kerudung dan tarik ke arah depan dan memutar diatas kepala.
  5. Rekatkan kerudung bagian atas kepala dengan jarum pentul.
  6. Ambil sedikit bagian sisi hingga membentuk gelombang seperti hal nya poni pada rambut, lalu rekatkan dengan peniti/bros.
  7. Selesai mengkreasikan jilbab pashmina modern (seperti pada gambar).
Sumber: (http://blissguild.blogspot.com/2013/08/cara-memakai-jilbab-modern-pashmina.html





ASAL USUL (SEJARAH) SIGER LAMPUNG


Siger, atau dalam bahasa Lampung saibatin adalah Sigokh, memang sangat identik dengan Lampung, ini bukan tanpa alasan. Dalam suku Lampung siger merupakan suatu benda yang sangat penting, baik yang beradat Saibatin maupun yang beradat Pepadun. Siger merupakan mahkota keagungan dalam adat budaya Lampung dan tingkat kehidupan terhormat suku Lampung. Biasanya, Siger biasanya digunakan oleh pengantin perempuan suku Lampung pada acara pernikahan ataupun acara adat budaya lainnya. 

Kini siger bukan hanya digunakan sebagai mahkota pada acara adat Suku Lampung, namun juga telah menjadi icon berupa hiasan dan lambang kebanggaan Provinsi Lampung, ini dapat dilihat seperti di kabupaten Lampung Selatan, tepatnya di dekat pelabuhan Bakauheni telah dibangun sebuah menara berbentuk siger dengan nama Menara Siger, di kabupaten-kabupaten lain pun banyak  
menggunakan siger sebagai hiasan pada tugu-tugu dan kantor-kantor pemerintahan dan perusahaan. Kemudian bebarapa tahun ini di kota Bandar Lampung, setiap bangunan seperti toko,ruko,pusat perbelanjaan dan setiap bangunan yang berada di jalan kota Bandar Lampung telah diwajibkan menggunakan hiasan siger diatas pintu masuk atau diatas (atap) pada bangunannya.

Sang Bumi Rua Jurai adalah semboyan provinsi Lampung, dengan pengertian : “Di tanah (suku) Lampung terdapat satu kesatuan dari dua adat yang berbeda, yaitu Lampung Pesisir dengan adat Saibatin dan Lampung Abung dengan adat Pepadun”.

Namun ketika kita memperhatikan bentuk siger dari masing-masing dari keduanya ternyata ada perbedaan antara Siger Saibatin dan Siger Pepadun. Hal  yang paling mencolok yaitu lekuk pada Siger, untuk yang beradat Saibatin siger yang digunakan memiliki lekuk berjumlah tujuh (Sigokh/Siger Lekuk Pitu) sedangkan untuk yang beradat pepadun menggunakan siger dengan lekuk berjumlah Sembilan (Siger Lekuk Siwo/Siwa). 

Untuk itu dalam kesempatan ini saya coba menuliskan hasil dari analisis saya yang diharapkan mampu  mencari titik temu dari perbedaan diantara keduanya:
Siger Saibatin seperti yang dilihat pada gambar diatas bahwa siger pada suku Lampung yang beradatkan saibatin memiliki lekuk tujuh dan dengan hiasan batang/pohon sekala di masing-masing lekuknya, ini memiki makna ada tujuh adok/gelar pada masyarakat pesisir yaitu Suttan/dalom, Raja jukuan/dipati, Batin, Radin, Minak, Kimas dan Mas/inton, gelar/adok ini hanya dapat digunakan oleh keturunan lurus saja, dengan kata lain masih kental dengan nuansa kerajaan, dimana kalau bukan anak raja dia tidak berhak menggunakan gelar/adok raja begitu juga dengan gelar/adok lainnya. 
Sedangkan bentuknya, siger saibatin sangat mirip dengan Rumah Gadang kerajaan Pagaruyung seperti Istano Si Linduang Bulan, yaitu rumah pusaka dari keluarga besar ahli waris dari keturunan Daulat Yang Dipertuan Raja Pagaruyung dan juga Museum Adityawarman di daerah Minangkabau, provinsi Sumatra
Barat, (lihat gambar dibawah). karena itulah maka adat budaya Lampung saibatin mendapat pengaruh dari kerajaan Pagaruyung, hal ini sangat berkaitan dengan sejarah berdirinya Paksi Pak Sekala Bekhak (Buay Bejalan Diway, Buay Pernong, Buay Nyerupa dan Buay Belunguh), dimana pada masa masuknya islam di daerah lampung pada masa kerajaan di tanah sekala bekhak, mendapat pengaruh dari kerajaan pagaruyung yang di sebarkan oleh Ratu Ngegalang Paksi. Selain itu banyak kesamaan antara adat saibatin dengan adat pagaruyung seperti pada saat melangsungkan pernikahan, tata cara dan alat yang digunakan banyak kemiripan. 
Siger Pepadun siger pepadun memiliki lekuk Sembilan yang berartikan ada Sembilan Marga yang bersatu membentuk Abung Siwo Megou. Tapi bentuk dari siger pepadun sangat mirip dengan buah sekala, hal ini pun bukan mustahil dikarenakan kerajaan sekala bekhak merupakan cikal bakal ulun lampung, dan proses terbentuknya abung siwo megou merupakan penyebaran orang lampung dari dataran tinggi Sekala Bekhak di Gunung Pesagi. Ini dapat dilihat dari tambo Buay Bejalan
Diway bahwa Ratu Dipuncak meninggalkan kerajaan Sekala Bekhak untuk mencari daerah baru bersama keluarganya, Ratu Dipuncak memiliki empat orang putra yaitu Unyi, Unyai, Subing dan Nuban yang merupakan keturunan Paksi Buay Bejalan Diway serta lima Marga lainnya yaitu Anak Tuha, Selagai, Beliyuk, Kunang dan Nyerupa yang merupakan keturunan dari tiga Paksi lainnya sehingga menjadi Abung Siwo Mego. Namun berbeda dengan siger pesisir yang mirip rumah gadang, siger pepadun justru mirip dengan buah sekala.

Seiring dengan penyebaran penduduk dan berdirinya beberapa kebuayan maka yang menggunakan adat pepadun bukan hanya abung tetapi juga oleh kebuayan lain yang kemudian membentuk masyarakat adat sendiri, seperti Megou Pak Tulangbawang (Puyang Umpu, Puyang Bulan, Puyang Aji, Puyang Tegamoan), Pubian Telu Suku (Minak Patih Tuha atau Suku Manyarakat, Minak Demang Lanca atau Suku Tambapupus, Minak Handak Hulu atau Suku Bukujadi), serta Sungkay-WayKanan Buay Lima (Pemuka, Bahuga, Semenguk, Baradatu, Barasakti, yaitu lima keturunan Raja Tijang Jungur).
Siger Tuha  (Tua)
Ini adalah Siger tua, merupakan siger yang digunakan pada zaman animisme-hindu-budha. Ini masih dapat dijumpai karena masih ada yang menyimpannya khususnya pada kesultanan paksi pak sekala bekhak. Pada zaman dahulu siger tidak memiliki aturan pada jumlah lekuk yang digunakan, dan yang boleh menggunakan hanya keturunan saibatin (bangsawan) saja atau sama dengan mahkota pada raja-raja saja. pada siger tua jelas terlihat berbentuk buah sekala dengan hiasan pohon sekala diatasnya. Ini membuktikan bahwa pada dasarnya siger itu menggambarkan tentang sekala.
Kesimpulan :
Siger Lampung menggambarkan tentang Sekala. Ini dapat dilihat dari Siger saibatin walau mirip dengan rumah gadang karena dipengaruhi kerajaan pagaruyung tetapi masih terdapat batang/pohon sekala diatas lekukannya, sedangkan Siger pepadun diatas lekukan yang berada ditengah terdapat dua kelopak buah sekala dan buah sekala yang bertingkat, bahkan hampir secara keseluruhan menggambarkan buah sekala. ini semakin menjelaskan dan membuktikan bahwa orang lampung berasal dari kerajaan sekala bekhak.
Sumber: (http://nurwan-gawoh.blogspot.com/2012/03/siger-lampung.html)






Oleh Drefinia Nova Lestarie
(Jurai Bejalan Diway Pekon Perpasan Krui).
Bandar Lampung, 02 Maret 2012.



           Kata-Kata Mutiara
1.    Jika kau memberikan seseorang kebaikan, ukirlar dialiran air. Dan apabila seseorang memberikanmu kebaikan,ukirlah di sebuah batu.
2.    Berbuatlah sebaik-baiknya selama hayat masih dikandung badan. Sebelum kita hancur dalam debu, lebur dalam abu, tanpa anggur, tanpa lagu, tanpa melodi.
3.    Cemara diatas bukit
Tidak bisa jadi cemara diatas bukit
Jadi belukar dipinggir lembah
Tidak bisa jadi belukar dipinggir lembah
Jadi perdu
Tidak bisa jadi perdu jadi rumput
Tapi rumput yang membuat


Jalan setapak menjadi indah


Sekian gambaran dari isi buletin kami, untuk informasi selengkapnya, dapat ditanyakan kepada saya sendiri, Ery Trijayanti. Pada akun-akun pribadi saya 
Twitter: @ery_tj
Facebook: Ery Trijayanti
e-mail: erytrijayanti@rocketmail.com
            erytrijayanti@yahoo.co.id
maupun blogger saya ini.
Terima Kasih :)
 
Jurnalistik SMP N 01 SUMBERJAYA 
Redaksi



Tidak ada komentar:

Posting Komentar