Susunan Redaksi
1. Penanggung Jawab:
Dra. Enok Hartini
2. Pembina:
Drs. Hasril
3. Pimpinan redaksi:
Era Dwijayanti
4. Sekretaris:
Ery Trijayanti
5. Editing:
·
Drefinia
Nova Lestarie·
Muhyddin
Aprizandy
6. Dewan Redaksi:
·
Amanda
Putri Zahra
·
Dian Anjar
Wati
·
Drefinia
Nova Lestarie
·
Muhyddin
Aprizandy
DAFTAR ISI
1 .
redaksi. . . . . . . . . . . . . . .
. . . . .. . . . . i
2 .
Calon Grand Master Wanita
(GMW) dari bumi Saibetik. . . . . . . .
. . . 1
3 .
Mengapa selalu mengeluh?. . . . . . ..
. . 3
4 .
Tips mencapai keberhasilan
dalam belajar. . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . 4
5 .
Asal-usul siger Lampung. . . . . . . . .. . . 6
6 .
Pengertian hijab. . . . . . . . . . .
. .. . . . . 12
7 .
Tutorial hijab. . . . . . . . . . . . . . . . . . . 14
8 .
Kata-kata mutiara. . . . . . . . . . . . . . . . 16
Salam Redaksi
Assalamualaikum wr.wb.
Hai, pembaca. . .!! Kami
membuat edisi buletin ini yang pertama kalinya bagi kami, tujuannya sebagai
media informasi untuk memberikan pengetahuan-pengetahuan yang dapat bermanfaat
ya? dan semoga buletin yang kami buat dapat dijadikan motivasi untuk berkreativitas
, serta aktif dalam belajar.
Buletin ini
menggambarkan karakteristik sekolah kami yaitu SMP N 1 Sumberjaya yang juga
ikut aktif dalam pengelolaan media informasi sebagai pengetahuan dan
pembelajaran siswa SMP N 1 Sumberjaya. Kami mengharapkan bulletin yang telah
kami buat ini dapat dimengerti dan juga dapat bermanfaat untuk masyarakat luas.
Ery Tj,
Calon Grand Master Wanita (GMW) dari Bumi Saibetik
— Derasnya air hujan tak
menghentikan langkah seorang Cici untuk berani maju. Ia bertekad tuk
memenangkan berbagai pertandingan catur yang ada diwilayah Indonesia. Satu
minggu sampai sehari sekali gadis cantik ini selalu meluangkan waktunya untuk
memainkan si bidak-bidak catur.
Gadis penyuka
mie ayam ini, tak pernah menganggap semua hal itu gampang dan sepele. Dia
selalu ingin berusaha untuk maju lebih baik lagi. Si gadis beralamat di Jln.
Kebun Tebu ini,selalu berusaha keras untuk menggapai impiannya dan pantang
putus asa. Cintanya pada nilai sportivitas sangatlah tinggi, jadi pantaslah
saja
dia sudah meraih berbagai penghargaan yang tidak sedikit (diantaranya juara 1
catur se- Kecamatan
Sumberjaya, juara 2 catur se-Kabupaten Lampung Barat ,
dan juara 3 catur se- Provinsi Lampung).
“catur adalah permainan yang dimainkan oleh
dua orang pada papan catur dengan 32
bidak, 16 buah catur untuk tiap pemain. Terdiri dari 6 buah jenis catur
yg bergerak dengan cara yang berbeda”. Jelas Cici.
Sekitar
pukul 14.00 WIB s.d jam 17.30 dan malam hari, habis isya sekitar 19.30 s.d
20.30 WIB (Setengah sampai 1 jam) gadis kelahiran Margawangi 1, 12 maret 1998
ini selalu berlatih. Ya.. saat ini gadis lulusan dari SD 01 Tugusari dan
sekarang menduduki kelas IX A SMP N 01 Sumberjaya sedang mempersiapkan diri
untuk mengikuti POPROV yang akan diadakan pada bulan desember 2013 di Lampung
Selatan. Dan ia bertekad untuk memenangkannya. Semoga sukses, Bro!! (Era Dj)
Mengapa Selalu Mengeluh?
Begitu banyak yang
kita keluhkan setiap harinya tanpa kita sadari seolah tak sedikit pun nikmat
Allah yang patut di syukuri. Anggap sesuatu yang menyedihkan dan melelahkan itu
sebagai ujian kita untuk selalu meningkatkan taqwa kita kepadanya. ”Apakah
manusia itu mengira bahwa bahwa mereka dibiarkan mengatakan,” kami telah
beriman” sedangkan mereka tidak di uji lagi? Sesungguhnya kami telah menguji
orang-orang yang benar dan sungguh mengetahui orang-orang yang dusta”. (QS. Al
Ankabut: 2-3)
1.Ada Kemauan
Hal yang pertama yang paling pokok dalam
mencapai keberhasilan ialah kemauan, dengan adanya kemauan kita bisa mengawali
langkah keberhasilan dengan berprinsip.
2.Bekerja keras
& Bersungguh-sungguh
Dua sikap ini merupakan hal yang sangat
penting, tanpa bekerja keras dan bersungguh-sungguh kita tak akan mungkin
mencapai keberhasilan.
3.Menanamkan sikap
disiplin
Disiplin dalam belajar yaitu menentukan waktu belajar dengan tepat waktu.
4. Jujur dan
bertanggung jawab
Jujur dan bertanggung jawab dalam
belajar, salah satunya mengerjakan tugas yang diberikan guru dengan jujur serta
bertanggung jawab.
5. Berdoa dan bertawakal
Setelah melakukan usaha sebaiknya kita berdoa dan berserah diri kepada
Allah atas usaha yang telah kita lakukan. ( Drefinia N.L)
Pengertian Hijab
Hijab
(bahasa Arab:
حجاب ħijāb)
adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti penghalang. Pada beberapa negara
berbahasa Arab serta negara-negara Barat, kata "hijab" lebih sering
merujuk kepada kerudung yang digunakan oleh wanita muslim (lihat jilbab).
Namun dalam keilmuan Islam,
hijab lebih tepat merujuk kepada tatacara berpakaian yang pantas sesuai dengan
tuntunan agama.
Al-Qur'an
Dalam Al Qur'an pada dua surat Al-Ahzab
:59 dan An-Nur
:31 disebutkan
kewajiban wanita muslim menggunakan hijab:
Hai
Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan
isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke
seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk
dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang. (Al-Ahzab :59)
|
...dan
hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya...
(An Nuur :31)
|
Kriteria hijab
yang benar
Menurut Muhammad
Nashiruddin Al Albany
kriteria jilbab yang benar hendaklah menutup seluruh badan, kecuali wajah dan
dua telapak, jilbab bukan merupakan perhiasan, tidak tipis, bahan tidak tembus
pandang, tidak ketat sehingga menampakkan bentuk tubuh, tidak disemprot parfum,
tidak menyerupai pakaian kaum pria atau pakaian wanita-wanita kafir dan bukan merupakan pakaian untuk mencari popularitas diri.
sumber: (http://id.wikipedia.org/wiki/Hijab
Cara Memakai Hijab
Hal-hal yang harus dilakukan,
adalah:
·
Persiapkan dalaman jilbab / ciput ninja
·
Persiapkan kerudung pashmina
·
Persiapkan jarum pentul, peniti / bros
·
Aksesoris untuk menambah kecantikan anda berkerudung
Cara memakai jilbab:
1.
Gunakan dalaman kerudung / ciput ninja. Letakkan
kerudung pashmina dengan kedua sisi yang berbeda (seperti pada gambar).
- Rekatkan
ujung kanan dengan kerudung bagian kiri dengan peniti.
- Ambil
bagian belakang kerudung dan tarik ke arah depan, lalu rekatkan dengan
jarum pentul/peniti pada bagian sisi kepala.
- Pakai
aksesoris ataupun tidak.
- Ambil
bagian sisi kerudung dan tarik ke arah depan dan memutar diatas kepala.
- Rekatkan
kerudung bagian atas kepala dengan jarum pentul.
- Ambil
sedikit bagian sisi hingga membentuk gelombang seperti hal nya poni pada
rambut, lalu rekatkan dengan peniti/bros.
- Selesai
mengkreasikan jilbab pashmina modern (seperti pada gambar).
ASAL USUL
(SEJARAH) SIGER LAMPUNG
Siger, atau dalam bahasa Lampung saibatin adalah Sigokh,
memang sangat identik dengan Lampung, ini bukan tanpa alasan. Dalam suku
Lampung siger merupakan suatu benda yang sangat penting, baik yang beradat Saibatin
maupun yang beradat Pepadun. Siger merupakan mahkota keagungan dalam
adat budaya Lampung dan tingkat kehidupan terhormat suku Lampung. Biasanya,
Siger biasanya digunakan oleh pengantin perempuan suku Lampung pada
acara pernikahan ataupun acara adat budaya lainnya.
Kini siger bukan hanya digunakan sebagai mahkota pada
acara adat Suku Lampung, namun juga telah menjadi icon berupa
hiasan dan lambang kebanggaan Provinsi Lampung, ini dapat dilihat seperti di
kabupaten Lampung Selatan, tepatnya di dekat pelabuhan Bakauheni telah dibangun
sebuah menara berbentuk siger dengan nama Menara Siger, di
kabupaten-kabupaten lain pun banyak
menggunakan siger sebagai hiasan pada tugu-tugu dan kantor-kantor
pemerintahan dan perusahaan. Kemudian bebarapa tahun ini di kota Bandar
Lampung, setiap bangunan seperti toko,ruko,pusat perbelanjaan dan setiap
bangunan yang berada di jalan kota Bandar Lampung telah diwajibkan menggunakan
hiasan siger diatas pintu masuk atau diatas (atap) pada bangunannya.
Sang Bumi Rua Jurai adalah semboyan provinsi Lampung,
dengan pengertian : “Di tanah (suku) Lampung terdapat satu kesatuan dari dua
adat yang berbeda, yaitu Lampung Pesisir dengan adat Saibatin dan Lampung Abung
dengan adat Pepadun”.
Namun ketika kita memperhatikan bentuk siger dari
masing-masing dari keduanya ternyata ada perbedaan antara Siger Saibatin dan
Siger Pepadun. Hal yang paling mencolok yaitu lekuk pada Siger, untuk
yang beradat Saibatin siger yang digunakan memiliki lekuk berjumlah tujuh (Sigokh/Siger
Lekuk Pitu) sedangkan untuk yang beradat pepadun menggunakan siger dengan
lekuk berjumlah Sembilan (Siger Lekuk Siwo/Siwa).
Untuk itu dalam kesempatan ini saya coba menuliskan
hasil dari analisis saya yang diharapkan mampu mencari titik temu dari
perbedaan diantara keduanya:
Siger Saibatin seperti yang dilihat pada gambar
diatas bahwa siger pada suku Lampung yang beradatkan saibatin memiliki lekuk
tujuh dan dengan hiasan batang/pohon
sekala di masing-masing lekuknya, ini memiki makna ada tujuh adok/gelar
pada masyarakat pesisir yaitu Suttan/dalom, Raja jukuan/dipati, Batin,
Radin, Minak, Kimas dan Mas/inton, gelar/adok ini hanya dapat digunakan
oleh keturunan lurus saja, dengan kata lain masih kental dengan nuansa
kerajaan, dimana kalau bukan anak raja dia tidak berhak menggunakan gelar/adok
raja begitu juga dengan gelar/adok lainnya.
Sedangkan bentuknya, siger saibatin sangat mirip
dengan Rumah Gadang kerajaan Pagaruyung seperti Istano Si Linduang
Bulan, yaitu rumah pusaka dari keluarga besar ahli waris dari keturunan
Daulat Yang Dipertuan Raja Pagaruyung dan juga Museum Adityawarman di daerah
Minangkabau, provinsi Sumatra
Barat, (lihat gambar dibawah). karena itulah maka adat budaya Lampung
saibatin mendapat pengaruh dari kerajaan Pagaruyung, hal ini sangat berkaitan
dengan sejarah berdirinya Paksi Pak Sekala Bekhak (Buay Bejalan Diway,
Buay Pernong, Buay Nyerupa dan Buay Belunguh), dimana pada masa masuknya islam
di daerah lampung pada masa kerajaan di tanah sekala bekhak, mendapat pengaruh
dari kerajaan pagaruyung yang di sebarkan oleh Ratu Ngegalang Paksi.
Selain itu banyak kesamaan antara adat saibatin dengan adat pagaruyung seperti
pada saat melangsungkan pernikahan, tata cara dan alat yang digunakan banyak
kemiripan.
Siger Pepadun siger pepadun memiliki lekuk Sembilan
yang berartikan ada Sembilan Marga yang bersatu membentuk Abung Siwo Megou.
Tapi bentuk dari siger pepadun sangat mirip dengan buah sekala, hal ini pun
bukan mustahil dikarenakan kerajaan sekala bekhak merupakan cikal bakal ulun
lampung, dan proses terbentuknya abung siwo megou merupakan penyebaran orang
lampung dari dataran tinggi Sekala Bekhak di Gunung Pesagi. Ini dapat dilihat
dari tambo Buay Bejalan
Diway bahwa Ratu
Dipuncak meninggalkan kerajaan Sekala Bekhak untuk mencari daerah baru
bersama keluarganya, Ratu Dipuncak memiliki empat orang putra yaitu Unyi,
Unyai, Subing dan Nuban yang merupakan keturunan Paksi Buay Bejalan Diway
serta lima Marga lainnya yaitu Anak Tuha, Selagai, Beliyuk, Kunang dan Nyerupa
yang merupakan keturunan dari tiga Paksi lainnya sehingga menjadi Abung Siwo
Mego. Namun berbeda dengan siger pesisir yang mirip rumah gadang, siger pepadun
justru mirip dengan buah sekala.
Seiring dengan penyebaran penduduk dan berdirinya beberapa kebuayan maka
yang menggunakan adat pepadun bukan hanya abung tetapi juga oleh kebuayan lain
yang kemudian membentuk masyarakat adat sendiri, seperti Megou Pak
Tulangbawang (Puyang Umpu, Puyang Bulan, Puyang Aji, Puyang Tegamoan), Pubian
Telu Suku (Minak Patih
Tuha atau Suku Manyarakat, Minak Demang Lanca atau Suku Tambapupus, Minak
Handak Hulu atau Suku Bukujadi), serta Sungkay-WayKanan Buay Lima
(Pemuka, Bahuga, Semenguk, Baradatu, Barasakti, yaitu lima keturunan Raja
Tijang Jungur).
Siger Tuha (Tua)
Ini adalah Siger
tua, merupakan siger yang digunakan pada zaman animisme-hindu-budha. Ini masih
dapat dijumpai karena masih ada yang menyimpannya khususnya pada kesultanan
paksi pak sekala bekhak. Pada zaman dahulu siger tidak memiliki aturan pada
jumlah lekuk yang digunakan, dan yang boleh menggunakan hanya keturunan
saibatin (bangsawan) saja atau sama dengan mahkota pada raja-raja saja. pada
siger tua jelas terlihat berbentuk buah sekala dengan hiasan pohon sekala
diatasnya. Ini membuktikan bahwa pada dasarnya siger itu menggambarkan tentang
sekala.
Kesimpulan
:
Siger Lampung
menggambarkan tentang Sekala. Ini dapat dilihat dari Siger saibatin walau mirip
dengan rumah gadang karena dipengaruhi kerajaan pagaruyung tetapi masih
terdapat batang/pohon sekala diatas lekukannya, sedangkan Siger pepadun diatas
lekukan yang berada ditengah terdapat dua kelopak buah sekala dan buah sekala
yang bertingkat, bahkan hampir secara keseluruhan menggambarkan buah sekala.
ini semakin menjelaskan dan membuktikan bahwa orang lampung berasal dari
kerajaan sekala bekhak.
Sumber: (http://nurwan-gawoh.blogspot.com/2012/03/siger-lampung.html)
Oleh Drefinia Nova Lestarie
(Jurai Bejalan Diway Pekon Perpasan Krui).
Bandar Lampung, 02 Maret 2012.
Kata-Kata Mutiara
1. Jika
kau memberikan seseorang kebaikan, ukirlar dialiran air. Dan apabila seseorang
memberikanmu kebaikan,ukirlah di sebuah batu.
2.
Berbuatlah sebaik-baiknya selama
hayat masih dikandung badan. Sebelum kita hancur dalam debu, lebur dalam abu,
tanpa anggur, tanpa lagu, tanpa melodi.
3.
Cemara diatas bukit
Tidak
bisa jadi cemara diatas bukit
Jadi
belukar dipinggir lembah
Tidak
bisa jadi belukar dipinggir lembah
Jadi
perdu
Tidak
bisa jadi perdu jadi rumput
Tapi
rumput yang membuat
Jalan setapak menjadi indah
Sekian gambaran dari isi buletin kami, untuk informasi selengkapnya, dapat ditanyakan kepada saya sendiri, Ery Trijayanti. Pada akun-akun pribadi saya
Facebook: Ery Trijayanti
e-mail: erytrijayanti@rocketmail.com
erytrijayanti@yahoo.co.id
e-mail: erytrijayanti@rocketmail.com
erytrijayanti@yahoo.co.id
maupun blogger saya ini.
Terima Kasih :)
Jurnalistik SMP N 01 SUMBERJAYA
Redaksi


